Teori
Apprehension
Teori
apprehension ini merupakan teori kecemasan. Dalam teori ini bisa juga disebut
dengan teori communication social anxiety dimana seseorang merasakan kecemasan
saat melakukan suatu komunikasi terhadap khalayak, baik itu dalam khayalak
massa ataupun individu. Seseorang dapat merasakan anxiety/ kecemasan ini
apabila dalam berdiskusi ia cenderung khawatir apabila yang ia sampaikan itu dianggap salah oleh
oranglain. Kecemasan sosial mengacu pada tekanan psikologis yang dialami dalam reaksi
terhadap Kehadiran orang.
Milles Patterson dan Ficky Rittes mengemukakan bahwa seseorang
yang mengalami SCA (Social Communication Anxiety) yaitu memiliki criteria, yang
pertama rona pada pipinya itu menjadi merah, detak jantungnya itu menjadi lebih
cepat, dan yang lainnya. Dalam teori ini dapat dipaparkan suatu model factor
yang dapat mempengaruhi sifat kecemasan itu sendiri.
1. kecenderungan
merasakan emosi
2. kecenderungan
menikmati berada dalam kelompok menjadi tegas dan berfikir optimis
3. kecenderungan
menjadi reflektif berimajinasi dan berfikir mandiri
4. kecenderungan
untuk menyukai dn menjadi simpatik terhadap orang lain
5. dan
kecenderungan menjadi disiplin.
Dari beberapa jenis itu dapat di
jelaskan juga secara rincinya. Nah disini salah satunya ada yang disebutkan
yaitu kecenderungan menjadi disiplin, maksudnya adalah ketika seseorang
merasakan kecemasan jika takut untuk dating kekampus terlambat maka orang
tersebut akan berusaha dating lebih awal dari jam yang telah dijadwalkan untuk
kuliah agar pada saat seorang mahasiswa itu sampai dikampus tidak terlambat.
Maka itu salah satu cara untuk menetralisir rasa kecemasan yang ia rasakan
ketika dating kuliah dengan waktu terlambat.
contoh:
Fenomena
umum yang terjadi dalam kelas saya sendiri untuk contoh teori ini adalah ketika
seorang mahasiswa melakukan suatu presentasi di kelas dan banyak teman-teman
nya yang menyaksikan ia presentasi didepan malah seorang mahasiswa itu
mengalami kecemasan dalam berkomunikasi disebabkan ia takut apa yang akan dia
sampaikan itu salah dan akan di jatuhkan bahkan ditertawakan oleh
teman-temannya yang lain. Padahal semua itu hanyalah imajinasi dia saja saat
akan melakukan presentasi, maka dari itu ia merasakan yang namanya kecemasan
dalam berkomunikasi. Seorang mahasiswa merasakan hal ini dikarenakan dia pernah
mengalami hal tersebut sehingga ia merasakan kecemasan yang sama pada saat akan
melakukan suatu hal yang sama.
Dari
contoh-contoh diatas dan paparan dari jenis-jenis kecenderungan tersebut dapat
digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku dan karakter setiap
individu/khalayak.