Friday, December 18, 2015

tugas PTKOM


Teori Akomodasi
            Teori Akomodasi merupakan salah satu teori yang sangat berpengaruh terhadap perilaku komunikasi seseorang. Howard Gilles dan para Kologannya menybutkan bahwa mengapa dan kenapa kita harus menyesuaikan perilaku komunikasi kita terhadap orang lain, nah dalam hal ini dari segi aspek teori dapat di bagi menjadi dua. Yang pertama yaitu Pemusatan Convergen dan keduan yaitu Pelebaran Divergen. Biasanya dalam kedua hal ini bagian pada Pelebaran Divergen itu lebih Nampak dan terlihat prosesnya dibandingkan dengan pelekatan convergen, karena suatu perilaku yang berusaha di tirukan itu akan lebih terlihat ketika para pembicara/ plagiat mulai melebih-lebihkan perbedaan diantara mereka.
            Pada saat kita melakukan persamaan dengan lawan bicara kita itu dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, diantara nya yaitu aksen, kecepatan, kerasnya suara, kosakata, gerak tubuh, tata bahasa dan lain-lain.
Contoh:

            
  Disini saya akan menarik suatu fenomena yang terjadi dengan lingkunga saya, disni fenomena yang ada yaitu dipengaruhi oleh banyak hal, yang pertama yaitu karena perbedaan bahasa. Saat saya ngobrol dengan teman saya yang orang medan maka saya berusaha menyesuaikannya karena tidak mungkin saya menggunakan bahasa jawa dan jika saya melakukan hal itu maka akan terjadi miss kiomunikasi diantara kami. Nah dari sinilah ketika saya menirukan bahasa dan logat teman saya, karena ngak ngerti maka saya menirukannya terlalu berlebihanbaik dari segi aksen, kerasnya suara dan lain-lain. Maka dari itu pada saat kita ingin melakukan penyesuaian janganlah terlalu berlebihan, karena itu kesannya menjadi tidak baaik dan jika ada orang yang melihatnya tetapi tidak memahaminya maka kita di fikirannya mengejek teman kita sendiri atau merendahkan suku atau bahasa yang di gunakan oleh teman kita tersebut.

Tugas SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA


Teori Apprehension

Teori apprehension ini merupakan teori kecemasan. Dalam teori ini bisa juga disebut dengan teori communication social anxiety dimana seseorang merasakan kecemasan saat melakukan suatu komunikasi terhadap khalayak, baik itu dalam khayalak massa ataupun individu. Seseorang dapat merasakan anxiety/ kecemasan ini apabila dalam berdiskusi ia cenderung khawatir apabila  yang ia sampaikan itu dianggap salah oleh oranglain. Kecemasan sosial mengacu pada tekanan psikologis yang dialami dalam reaksi terhadap Kehadiran orang.
            Milles Patterson  dan Ficky Rittes mengemukakan bahwa seseorang yang mengalami SCA (Social Communication Anxiety) yaitu memiliki criteria, yang pertama rona pada pipinya itu menjadi merah, detak jantungnya itu menjadi lebih cepat, dan yang lainnya. Dalam teori ini dapat dipaparkan suatu model factor yang dapat mempengaruhi sifat kecemasan itu sendiri.
1.      kecenderungan merasakan emosi
2.      kecenderungan menikmati berada dalam kelompok menjadi tegas dan berfikir optimis
3.      kecenderungan menjadi reflektif berimajinasi dan berfikir mandiri
4.      kecenderungan untuk menyukai dn menjadi simpatik terhadap orang lain
5.      dan kecenderungan menjadi disiplin.
Dari beberapa jenis itu dapat di jelaskan juga secara rincinya. Nah disini salah satunya ada yang disebutkan yaitu kecenderungan menjadi disiplin, maksudnya adalah ketika seseorang merasakan kecemasan jika takut untuk dating kekampus terlambat maka orang tersebut akan berusaha dating lebih awal dari jam yang telah dijadwalkan untuk kuliah agar pada saat seorang mahasiswa itu sampai dikampus tidak terlambat. Maka itu salah satu cara untuk menetralisir rasa kecemasan yang ia rasakan ketika dating kuliah dengan waktu terlambat. 
contoh: 
Hasil gambar untuk gambar yang berhubungan dengan teori apprehension Fenomena umum yang terjadi dalam kelas saya sendiri untuk contoh teori ini adalah ketika seorang mahasiswa melakukan suatu presentasi di kelas dan banyak teman-teman nya yang menyaksikan ia presentasi didepan malah seorang mahasiswa itu mengalami kecemasan dalam berkomunikasi disebabkan ia takut apa yang akan dia sampaikan itu salah dan akan di jatuhkan bahkan ditertawakan oleh teman-temannya yang lain. Padahal semua itu hanyalah imajinasi dia saja saat akan melakukan presentasi, maka dari itu ia merasakan yang namanya kecemasan dalam berkomunikasi. Seorang mahasiswa merasakan hal ini dikarenakan dia pernah mengalami hal tersebut sehingga ia merasakan kecemasan yang sama pada saat akan melakukan suatu hal yang sama.
Dari contoh-contoh diatas dan paparan dari jenis-jenis kecenderungan tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku dan karakter setiap individu/khalayak.